Selamat Jalan Mbah Akung

mbah-akung1Sehari setelah Papa ulang tahun, 26 Desember 2008 kurang lebih jam 21.35 malam, kami khususnya dari keluarga Mama berduka cita… ya, Mbah Akung meninggal dunia… Mbah Akung dipanggil menghadap Allah sang penguasa jagad semesta.

Waktu itu beberapa saat menjelang maghrib Mbah dibawa ke RSUD setelah hampir 2 minggu ngerasain sakit di rumahnya sehingga seorang dokter menyarankan untuk dibawa pake mobil ambulan, yang disewa dari rumah sakit dekat komplek perumahan Mbah. Perjalanan menuju RSUD memakan waktu sekitar 1 jam. Sampe RSUD Mbah langsung masuk ruang Instalasi Gawat Darurat setelah itu langsung dibawa ke ruang ICU dan ada selang beberapa saat, kurang lebih 2 jam setelah tiba di RSUD… Mbah Akung langsung pergi untuk selamanya… Innalillaahi Wainnailaihi Roojiuun…
Mama, Mbah Putri, dan Wa’ Lina menangis ga’ percaya dan Papa nenangin Mama kalo semua ini sudah ketentuan Allah, Sunnatullah.

Aku bisa dibilang sangat dekat dengan Mbah Akung mungkin karena aku anak cewe atau… tapi yang jelas aku itu lucu dan cantik, ha… ha… pede aja kalee…
Mbah Akung sangat baik… sampe-sampe kalo lagi dateng kangen Mbah sama aku, Mbah langsung ngacir ke rumahku walau dengan langkah aga’ gamang karena usia. Dan bila Papa, Mama dan aku berkunjung ke rumah Mbah hal yang selalu ku ingat adalah minta ditemenin main ayunan di sekolah TK sebelah rumah Mbah Akung dan itu selalu dipenuhi dengan sabar dan penuh rasa sayang. Setelah itu langsung cari buah ‘kersem’ (itu istilah dari Wa’ Lina… Mamanya Gigih, sepupuku) yang tumbuh dengan rindangnya di depan rumah Mbah Akung. Poko’nya sejuta kenangan.

Mbah Akung meninggal karena sakit yang dideritanya selalu ditahan sendiri dan ga’ pernah mau kalo diajak berobat, entah apa alasannya ga’ jelas. Sehingga ketika penyakit menjadi parah dan tubuh tak kuasa menahan sakit lagi… tumbanglah tubuh itu apalagi karena usia juga sudah ga’ muda lagi dan fisik ga’ segagah dulu waktu masih dinas sebagai anggota militer.

Aku yakin ini semua keputusan yang terbaik dari Allah buat kami, untuk mengingatkan kita yang masih hidup, bahwa hidup itu cuma sebentar dan kita tak akan pernah punya kekuatan sama sekali ketika maut menjemput dimana hidup harus berakhir.

Selamat jalan Mbah Akung… semoga Allah memberi kelapangan di alam kubur… mengampuni segala dosa dan ditempatkan pada tempat yang layak di sisi-Nya…. Amin Ya Robbal ‘Alamiin…

Dedicated to Mbah Hari Sunaryo bin Giran

Leave a Reply