Manusia Suka Lupa
Miris memang… kalau kita mendengar seseorang melakukan perbuatan yang menggelikan dan memuakkan. “Maksudnya, Pa?” tanyaku
“Betapa tidak, kemarin ketika kita masih bukan siapa-siapa atau bukan apa-apa… begitu merengek-rengeknya kita memohon kepada Tuhan supaya diberi jalan dan kemudahan dalam memperjuangkan suatu pencapaian, begitu eratnya rangkul tangan kita kepada pendamping kita supaya tetap bersabar menemani perjuangan kita. Sekejap, ketika perjuangan itu berbuah manis bahkan teramat manis untuk dinikmati, seketika itu pula kita melupakan pijakan kuat masa lalu kita. Kita tak lagi mengindahkan teman setia kita yang dulu pernah diminta bersabar menemani. Uhh… menggelikan tapi memuakkan!” Papa narik napas perlahan seakan menahan degup jantung supaya tetap seirama dengan kembang kempis rongga paru-parunya.
Walaupun penghianatan itu tak sampai melupakan Tuhan, tapi telah terjadi pengingkaran nikmat yang telah Tuhan berikan, kufur nikmat. Karena sekecil atau sebesar apapun yang kita dapat raih dalam hidup, itu merupakan nikmat yang dianugerahkan kepada kita agar kita selalu bersyukur. Ya… kita harus mensyukuri segala pemberian Tuhan agar Tuhan selalu memberikan nikmat-nikmat lainnya yang terus bertambah dan bertambah terus. Amin…








