Pencerahan Dari Sahabat
Bersilaturahmi ke tempat seorang teman lama atau sahabat mungkin sudah merupakan hal yang rutin dilakukan oleh masing-masing kita. Sesuatu yang tak pernah terpikirkan oleh kita bahwa setiap pertemuan dengan seseorang pasti mengandung pembelajaran yang mungkin berguna dan bahkan amat berharga bagi kita.
Seperti halnya yang dialami oleh Papa hari ini, tepatnya 6 Oktober 2008 dan masih dalam suasana lebaran 1429 H, Papa, aku dan Mama mengunjungi teman lama Papa. Papa langsung asik ngobrol dengan temannya, Mama ngobrol sama istrinya teman Papa dan aku main Play Station sama anaknya teman Papa. Aku aga’ kaku dengan Ka’ Laily (nama anaknya teman Papa), bukan hanya karena umur kami yang terpaut beberapa tahun tapi karena kami juga belum pernah bermain bersama sebelumnya, jadi… ya… gitu deh… kita saling liat-liatan dan terdiam seribu bahasa sementara tangan-tangan kita tetep mencet joy stick PS yang kita pegang masing-masing.
Papa kaya’nya asik banget ngobrol berduaan dengan temannya itu, aku sih ga’ ndenger apa topik pembicaraannya. Tapi Papa bilang kalau Papa dapet pelajaran berharga dari pembicaraan tadi yang intinya adalah “Bahwa segala yang kita miliki – dalam hal ini uang atau harta – adalah pemberian Tuhan”.
”Ketika gua dapet rizki berupa uang, dan ketika itu gua mao pake uang itu walaupun sampai habis, ya gua pake. Toh, Allah pasti sudah atur semua rizki kita. Ga usah pake pusing-pusing dipikirin… “, kata teman Papa. Hal seperti memang sudah biasa kita dengar tetapi ketika dibicarakan pada moment dan mungkin atmosfir yang tepat, akan menjadi kata-kata yang luar biasa untuk membangkitkan keyakinan seseorang atas kuasa Tuhan.
Lagi, ketika Papa bertemu sahabatnya tanggal 19 Oktober 2008 untuk menyambung tali silaturahmi yang sempat agak kusut. Saat itu, terjadi juga pembelajaran berharga yang menjadi reminder bagi Papa.
“Segala yang terjadi itu pasti atas ijin Allah,” kata salah seorang sahabat Papa.
“Disinilah diperlukan apa yang namanya ‘ikhlas’, ilmu yang tingkatannya sangat tinggi. Dan ga banyak orang yang bisa melakukannya.” kata Papa nambahin, walaupun Papa tahu bahwa ga sedikit orang yang terus berusaha melakukannya.
Sekali lagi, ketika hal yang biasa dan sering kita dengar akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membangkitkan keyakinan seseorang atas kuasa Tuhan ketika dibicarakan pada moment dan atmosfir yang tepat. Pada dua hari itu Papa mendapat pencerahan yang sangat berharga dari sahabat-sahabatnya atau minimal Papa di-refresh tentang hal-hal sederhana yang sering didedengar untuk terus berusaha diterapkan dalam perjalan hidup.
Thanks buat Om Willy, Om Pitung, Om Yayan dan Om Utar atas obrolan yang bikin Papa ga’ bosen berusaha…








