Seperti biasa, setiap hari Jumat menjelang adzan dzuhur Papa pergi ke masjid untuk sholat Jumat. Pulang dari masjid Papa cerita tentang khotbah Jumat yang baru aja didengarnya, walaupun ga’ semuanya inget. Salah satunya adalah “Orang yang menjadi temannya iblis dan akan ikut dibawa ke neraka bersama iblis adalah orang yang sombong.”
“Lho, emang kenapa, Pa?”. “Kata khotib tadi… yang pantas memiliki sifat sombong ini hanya Tuhan saja. Manusia hanya makhluk lemah yang ta’ memiliki kekuatan apa-apa atas segala hal”.
Sejarah telah memberikan banyak contoh nyata atas kuasa Tuhan, lihat raja Fir’aun, Namrutz, Qorun… mereka ditenggelamkan bersama kesombongannya dan mati dan lalu mereka ikut bersama iblis ke neraka. Tuhan dengan sangat mudahnya menghancurkan kesombongan manusia, yup… semudah membalikkan telapak tangan.
“Terus Pa…!”
Ya… ngapain kita jadi manusia sombong, wong kita dilahirin ke dunia ga’ pake dan ga’ bawa apa-apa ko’! Kecuali kalo kita nanti mati… masih ada yang kita bawa… kain kafan yang menutup sekujur tubuh kita… dan segudang amal baik atau setumpuk dosa selama kita hidup.








